Video : Resmikan Program Air Bersih di Kepenghuluan Serusa, Bupati Rohil Harap Kesehatan Masyarakat Terjamin

BAGANSIAPIAPI - Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno meresmikan tempat penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) III Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko. Peresmian itu ditandai dengan pembukaan selubung lewat penekanan serine, Sabtu (22/8/2020) siang.
 
Selain meresmikan dan melantik pengurus Pamsimas III Serusa, Bupati juga menyerahkan bantuan rumah layak huni tahun 2020 dan bantuan berupa sembako kepada pondok pasantren (Ponpes). 
 
Dalam sambutannya, Bupati Suyatno menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Riau, Ichwanul Ihsan yang telah banyak membantu terwujudnya pembangunan Pamsimas III tahun 2019 ini. 
 
"Tanpa bantuan beliau mungkin masyarakat serusa belum bisa menikmati air bersih," ucapnya.
 
Dikatakan Bupati, Pamsimas ini merupakan program pemerintah pusat yang pembangunan berasal dari dana DAK. 
 
"Selain program air bersih, harapan kita kepada BPPW Riau tidak berhenti disini saja, akan tetapi juga ikut membantu kemajuan daerah kita di program yang lainnya untuk kemakmuran masyarakat," katanya.
 
Sementara itu Kadis Perkim Rohil, Zulfahmi ST MT mengatakan, program pembangunan Pamsimas III ini sudah terlaksana dengan baik dan manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. "Kita berharap kedepannya program ini terus dilanjutkan dalam rangka mensejahterakan masyarakat di sektor air bersih," harapnya.
 
Zulfahmi mengatakan, rencana awal Pamsimas akan dibangun di 24 kepenghuluan, akan tetapi dikarenakan satu kepenghuluan tidak ditemukan sumber air, maka hanya 23 kepenghuluan yang dibangun. Kepenghuluan yang tidak memiliki sumber air itu yakni Kepenghuluan Bangko makmur.
 
Untuk pembiayaan Pamsimas di 23 kepenghuluan itu bersumber dari APBN sebanyak 19 kepenghuluan dan APBD sebanyak 4 kepenghuluan dengan total anggaran Rp5 milliar lebih.
 
Dikatakannya, Pamsimas merupakan keluarga pemberdayaan yang mewajibkan peran serta masyarakat dan kepenghuluan berbentuk investasi lain. 
 
"Inves sebesar 4 persen merupakan sumbangan partisipasi berbentuk uang. Invest 16 persen dalam bentuk tenaga kerja dan DD sebesar 10 persen. Sebanyak 658 rumah dengan 2688 jiwa yang dilayani. Hal ini masih bisa ditingkatkan mencapai 4600 jiwa," kata Zulfahmi.
 
Sedangkan program DAK infrastruktur air minum terdiri dari 14 kepenghuluan dengan total anggaran Rp5 miliar yang bersumber dari dana APBN 2019. Sedangkan sambungan rumah yang dilayani sebanyak 779 KK dan 3143 jiwa. 
 
"Program Pamsimas III dan DAK  air minum sudah bisa melayani total 5831 jiwa," ujarnya.
 
Kemudian program DAK infrastruktur sanitasi terdiri dari pembangunan Ipal dan MCK yang terdapat di 6 kepenghuluan dan 7 pondok pesantren dengan total anggaran sebesar Rp6 miliar lebih bersumber dari dana APBN 2019 yang melayani sebanyak 175 rumah dan 7 pondok pesantren dengan 4236 jiwa.
 
“Sedangkan rumah layak huni yang dibangun pemerintah daerah Rohil 2020 sebanyak 106 unit dengan total anggaran sebesar Rp12 miliar rupiah yang tersebar di 13 kecamatan," tutup Zulfahmi.
 
Sumber : Halloriau.com