TernyataBerolahraga Ketika Hamil Bisa Buat Anak yang Dikandung Terhindar Obesitas

TernyataBerolahraga Ketika Hamil Bisa Buat Anak yang Dikandung Terhindar Obesitas

LIFE STYLE (FORLETNEWS.COM) - Berolahraga ketika hamil merupakan salah satu hal yang tidak banyak dilakukan. Perbedaan kondisi yang dialami atau kurangnya waktu membuat seorang ibu jarang berolahraga ketika hamil.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap betapa pentingnya melakukan olahraga ini bagi seorang ibu hamil. Dilansir dari EurekAlert sebuah percobaan yang dilakukan terhadap tikus hamil mengetahui ketika bayinya lahir, mereka cenderung lebih sedikit bertambah berat badannya walau mengonsumsi makanan tinggi lemak.

"Berdasar penelitian kami, kami menyarankan wanita -baik yang obesitas ataupun tidak atau yang memiliki diabetes- agar berolahraga ketika hamil karena hal ini bermanfaat bagi kesehatan metabolisme anak mereka," ujar Jun Seok Son, peneliti dari temuan ini.

Peneliti mencermati anak dari tikus yang melakukan olahraga selama 60 menit di pagi hari ketika tengah hamil. Selain itu dilihat juga data dari anak tikus yang induknya tidak melakukan olahraga.

Sesudah disapih, keturunan dari tikus yang berolahraga menunjukkan peningkatan protein tertentu dibanding tikus dari induk yang tak berolahraga. Hal ini diketahui mampu mengubah lemak dan gula di tubuh menjadi panas.

Peneliti juga mengamati bahwa pada anak yang induknya berolahraga memiliki temperatur tubuh yang lebih tinggi. Adanya fungsi termogenik ini diketahui dapat mencegah obesitas dan masalah metabolisme.

Usai disapih, anak tikus ini diberi makanan tinggi lemak selama delapan minggu. Hasilnya, anak dari induk yang berolahraga mengalami kenaikan bobot lebih rendah serta lebih sedikit gejala dari penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit hati berlemak.

"Data kami menunjukkan bahwa kurangnya olahraga pada wanita sehat selama kehamilan dapat mempengaruhi anak mereka pada obesitas serta penyakit yang berhubungan dengan metabolik yang sebagian berhubungan dengan fungsi termogenik, jelas Son.

Peneliti berencana untuk melakukan penelitian tambahan demi memahami hubungan antara olahraga yang dilakukan ibu hamil dengan kesehatan metabolik pada anak mereka. Selain itu, masih butuh dibuktikan apakah hal ini juga dapat berlaku pada manusia atau tidak. 

 

Sumber Berita : Merdeka.com