Suara Pribadi Pecah Rekor 145.010, Masyarakat Berharap Mulyadi jadi Gubernur Sumbar

Suara Pribadi Pecah Rekor 145.010, Masyarakat Berharap Mulyadi jadi Gubernur Sumbar

PAYAKUMBUH,(Forletnews.com)--Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI yang memenangkan Pemilu 2019 ini memang tak banyak. Bahkan, banyak jagoan atau elit politik Sumbar yang berguguran di kancah lima tahunan ini. Tapi, bagi sosok Ir Mulyadi, Pemilu ini seperti puncak dari dukungan masyarakat terhadapnya. Dari rekapitulasi akhir, Mulyadi mampu mengumpulkan 145.010 suara di Dapil Sumbar 2.

Meledaknya suara Mulyadi di Dapil yang dipenuhi 8 Kabupaten / Kota itu sungguh mencengangkan. Bahkan bisa disebut pemecah suara terbanyak diSumbar sepanjang sejarah Pileg. Hal itu seperti dapat diartikan sinyal kuat dari masyarakat untuk ketua DPD Partai Demokrat Sumbar maju ini dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020. Sebaliknya, pada Pilgub 2015 yang lalu, masyarakat sudah sangat membutuhkan Mulyadi maju, karena banyak diunggulkan jajak pendapat.

Namun, saat dihubungi awak media, kemarin, Mulyadi masih enggan membahas tentang peluangnya maju dalam Pilgub Sumbar. Dia berbicara masih melanjutkan menyelesaikan menyelesaikan suara di tingkat provinsi dan memastikan Partai Demokrat mendapatkan dua kursi di Sumbar, satu dari Dapil 1 dan satu di Dapil 2.

Anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini lebih memilih melihat tentang rekapitulasi suaranya. Menurutnya, terjadi kenaikan yang signifikan saat ini dari tahun 2014 lalu. Pemilu sebelumnya, dia mendapatkan 84,563 suara. Kini jumlah itu meningkat menjadi 145.010 atau naik sebesar 60.447 suara (naik 71 persen). “Alhamdulillah naiknya sangat signifikan,” kata Mulyadi.

Dengan jumlah suara itu, ditambah suara partai 24.847 dan gabungan 5 Caleg lain, maka total Demokrat mendapat 198.834 suara. Sayangnya, jumlah itu belum bisa membuat Demokrat mendapatkan dua kursi di Dapil 2. ”Karena saat menghitung kursi kedua, maka suara terbagi tiga menjadi 66.278 dan masih kalah dari partai lain seperti Partai Golkar dan PPP. Namun kami sangat menyukai Terima kasih kepada pemilih kami dan Partai Demokrat, ”kata Mulyadi.

Menariknya, sebut Mulyadi, suaranya ini jika dibandingkan dengan suara sah Dapil 2 yang mencapai 1,176.244, maka persentase suara pribadinya mencapai 12,3%. Persentase itu sebenarnya tidak mengagetkan, karena dari survei yang digelar sebelumnya, Mulyadi diprediksi bisa mendapatkan suara pribadi 12 persen lebih.

“Dengan angka itu, jumlah suara atau persentase suara pribadi dari total suara sah, sudah dipastikan elektabilitasnya yang tertinggi di Sumbar. Lebih jika dibandingkan dengan Dapil 1 yang suara sah atau pemilihnya lebih banyak dari Dapil 2, ”kata Mulyadi yang memuji suaranya naik cukup signifikan di Kota Bukittinggi dari 9,765 menjadi 20,091 (naik 10,326 suara). Dipilih 33 persen dari total suara sah 58.934.

Selain itu, kata Mulyadi, suaranya meningkat di seluruh Kabupaten / Kota di Sumbar 2. Seperti di Agam dari 25.568 menjadi 41.919, Pasaman 9.730 menjadi 13.136, Pasbar 6.447 menjadi 18.191, Payakumbuh 1.956 menjadi 6.056, Limapuluh Kota 15.352 mengambil 27.699, Kota Pariaman 1.136 mencari 2.298 dan Padangpariaman 11.609 menjadi 15.623.

Pemilu saat ini di Sumbar bisa disampaikan milik Capres 02 Prabowo-Sandi yang memeroleh suara 87 persen. Momentum Pileg dan Pilpres yang bersamaan membuat Partai Gerindra sangat beruntung karena mendapat efek ekor jas yang luar biasa.

Namun karena kepribadian Mulyadi sangat kuat dalam ingatan masyarakat Sumbar yang telah banyak melakukan selama ini, Demokrat tetap dapat menunjukkan kinerja. Meskipun partai, Gerindra menjadi juara di Dapil I dan II, tapi suara pribadi Mulyadi tetap tak terkalahkan di antara Caleg-caleg di seluruh partai yang ada.

Dengan suara yang naik dari Pemilu sebelumnya, Mulyadi naik terima kasih kepada pemilih di Sumbar 2. Menurutnya, hal itu didapat dari begitu kuatnya tekad masyarakat di 8 Kabupaten / Kota agar dapat kembali melaju ke DPR RI. ”Begitu juga dengan tim kami yang bekerja siang malam, serta kader Partai Demokrat yang sangat membantu kami,” kata Mulyadi.

Selain sukses dengan suara pribadi, Mulyadi juga menyebut, Partai Demokrat sukses di tingkat DPRD Sumbar dan Kabupaten / Kota. Sebaliknya di DPRD Sumbar, Demokrat meraih 10 kursi periode 2019-2024. Naik dari Pemilu sebelumnya 8 kursi. Tentunya hal itu berkat kerja keras dari seluruh Caleg dalam memperoleh suara.

”Kerja keras Caleg telah membuahkan hasil yang maksimal, demikian halnya disetujui kursi tahun 2014,” kata Mulyadi dalam Rapat Evaluasi Pemilu 2019 Partai Demokrat di Padang, Rabu (1/5) lalu.

Dari Dapil Sumbar 3 (Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi) dan Dapil Sumbar 6 (Kota Padang Panjang dan Kabupaten Dharmasraya).

Tak hanya itu, lanjut Mulyadi, kursi yang hilang dulu dari Dapil Sumbar, 8 ditambah Kabupaten Pesisir Selatan dan Mentawai, kembali diraih Demokrat untuk menyetujui satu kursi. “Alhamdulillah, kini kursi yang hilang tadi berhasil diraih kembali,” ujar Mulyadi.

Mulyadi berharap, seluruh kader Demokrat mengawal proses pleno tingkat Provinsi Sumbar yang saat ini tengah berjalan, melalui pemilihan partai yang telah ditunjuk. ”Mari kita jaga kedamaian dan suasana pascapelaksanakan Pemilu 2019,” harap Mulyadi.(H/Rb)