Pohon Sialang Penghasil Lebah Madu dibabat, Ini Penjelasan Kapolsek Kampar Kiri

Pohon Sialang Penghasil Lebah Madu dibabat, Ini Penjelasan Kapolsek Kampar Kiri

Pekanbaru (Forletnews.com) - Terkait Pohon Sialang Penghasil Lebah Madu dibabat, Polsek Kampar Kiri tidak berdaya mengatasi pembabatan tersebut serta terkait kedekatan Kapolsek Kampar Kiri AKP, Yusril dengan Eko yang didugakan pelaku Illegal loging sebagaimana yang telah dipublikasikan oleh beberapa awak media baru ini.

Akan hal tersebut diatas, berikut penjelasan yang di dapatkan beberapa awak media dari Kapolsek Kampar Kiri AKP,Yusril via telp seluler pribadinya. " Perihal pembabatan Pohon Sialang penghasil Lebah Madu, pihak Polsek Kampar Kiri tidak berdaya mengatasi hal tersebut jelas tidak benar.Kenapa saya katakan demikian?, karena sebelum pemberitaan akan hal tersebut dipublikasikan, Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 11.00 setelah lakukan pengecekan ke Lokasi akan Pohon Sialang yang di tebang di Desa Mentulik kec.Kampar Kiri Hilir " ungkap AKP Yusril J.Jum'at (30/11/2018)

" Dalam peninjauan yang telah kita lakukan turut melibatkan upica kecamatan diantaranya :
-Danramil Kampar Kiri Mayor Arh Gunawan
-Camat Kampar Kiri Hilir Edi Harisman,S.Pd
-Kades Mentulik Afrizal

Dari hasil pemantauan dilokasi yang kita jumpai, 21 Tual Kayu Sialang yang berada didalam Sungai Kampar."

"Yang menjadi persoalan dalam penemuan yang kita tersebut diatas merupakan permasalahan antara Ninik Mamak dengan Kemanakan, dimana kayu yang di tebang berasal dari lahan adat Hamdan Dt Rajo Menanti yang sengaja dijual sebanyak 26 tual dengan maksud uang hasil penjualan dibagikan kepada anak kemanakan Hamdan Dt Rajo Menanti." tambah AKP Yusril J

"Pada saat penumbangan kayu ternyata pihak pembeli kayu tidak membayarkan uang fee kepada Hamdan Dt Rajo Menanti melainkan kepada Sidid (pihak lain yang tidak berhak), sehingga anak kemanakan (yang didominasi oleh ibu-ibu) merasa dirugikan dan menahan kayu sialang yang sudah ditebang dialiran sungai Kampar."

" Saat ini kayu Sialang sebanyak 26 tual masih berada disungai Kampar, apabila ada pihak yang merasa dirugikan, silahkan ditempuh langkah mediasi karena permasalahan ini masih warga dalam satu Desa." pintanya

" Sementara untuk perihal kedekatan saya dengan Eko yang disebut-sebut sebagai pelaku Illegal Loging itu tidak benar, kenapa demikian saya katakan dan sampaikan ? (kembali tanya AKP Yusril J pada awak media).Kedekatan saya (AKP Yusril J*red) dengan Eko melainkan kedekatan sebagai pemberi pelayan kepada masyarakat, dan Eko yang disebut-sebut adalah seorang ketua Pemuda setempat yang saya ketahui selama ini.Namun untuk membuktikan hal tersebut, silahkan langsung pertanyakan pada yang bersangkutan (Eko)." tutup dan pinta AKP Yusril J pada media.......To Be Continiue