Masyarakat Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Keluhkan Pelayanan PLN Ditengah Pandemi Covid 19 dan Ramadhan

Masyarakat Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Keluhkan Pelayanan PLN Ditengah Pandemi Covid 19 dan Ramadhan

Foto : Kunjungan Wakil Bupati Pelalawan Zardewan di PLN Kuala Kampar

Pelalawan (ForletNews.com) - Ditengah Mewabahnya Pandemi Covid-19 Masyarakat Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau mengeluhkan layanan PLN Cabang Kuala Kampar.

Nasarudin (42) yang merupakan masyarakat Kuala Kampar saat diwawancarai merasa kecewa dengan pengoperasian PLN, sebut Nasarudin pada bulan Ramadhan ini saja Listrik didaerah ini tidak maksimal mengaliri listrik, padahal jam pelayanan cuma 14 Jam.

"Kami masyarakat Kuala Kampar kesal dengan PLN yang kadang Hidup-Mati, terkadang pas waktu mau berbuka puasapun selalu mati lampu, Listrik hidup cuma 14 jam bukan 24, itu aja mati-mati, sahari itu sampai 4-5 kali matinya,"sebutnya, Senin (18/05).

Kepada Pihak PLN dan Pemda Pelalawan, Nasarudin meminta Program Pelalawan Terang itu betul-betul digalakkan.
"Apalagi kita tinggal di Pelosok ini, ditambah Virus Corona, kita sangat bergantung dengan listrik, dari dulu sudah selalu di beritakan PLN Kuala Kampar ini, tapi tak ada hasil sampai detik ini, kepada pak Bupati dengarlah keluhan kami ini,"pintanya.

Sambung Nasarudin, semoga saja kami masyarakat Kuala Kampar diberi Mesin yang baru.

"Kami butuh mesin yang baru,"harapnya.

Melihat dari keluhan tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan dan Pembantuan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila Kabupaten Pelalawan Ifriandi, SH pun angkat bicara.

Dijelaskannya Persoalan PLN di Kuala Kampar dari tahun ke tahun seperti itu saja.

"Info yang saya dapat sudah ada 9 generator pembangkit, tapi banyak minusnya, semua mesin itu bekas pemakaian dari daerah lain, jadi banyak kekurangannya, seharusnya Pihak PLN dan Pemda memasukkan mesin yang baru, biar tidak ada kendala lagi listrik di Kuala Kampar ini," jelasnya.

Melalui LPPH Pemuda Pancasila kabupaten Pelalawan, kata Ifriandi pihaknya akan bertemu dengan Bupati Pelalawan HM Harris untuk membahas masalah ini.

"Kami mewakili masyarakat Kuala Kampar akan membawa persoalan PLN ini kejalur hukum, kita akan Somasi ULP PLN Pangkalan Kerinci, karena dari segi konsumen ada value yang rasakan masyarakat disana, kita hitung nanti nilai kerugian ketika ada pemadaman listrik, belum lagi alat-alat elektronik yang rusak, "katanya.

Usai Idul Fitri, terang Ifriandi kita akan bahas ini bersama Komisi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), kita akan hitung nilai kerugian masyarakat Kuala Kampar ketika PLN tidak Full Pelayanananya.

"Kalau kena Perdatanya PLN wajib membayar kerugian, Manajemen harus bertanggung jawab, saya kira pasti ada alat-alat listrik rumah tangga yang rusak, kita akan cari langkah kongkrit nya sampai clear, apa yang dibutuhkan disana harus dipenuhi,"terangnya.
Kita akan urus masalah PLN ini sampai tuntas, biar masyarakat bisa menikmati listrik yang digadang-gadang Presiden Jokowi Listrik Masuk Desa.

"Kalau perlu nanti kita kirim surat Mosi Kekecewaan ke Mentri BUMN Erick Tohir, biar pemerintah pusat tahu apa permasalahan yang dirasakan daerah pelosok seperti Kuala Kampar ini,"tutupnya.***red/rfm

Rezky FM
 
 

PLN Kuala KamparPLN PelalawanKeluhan Masyarakat