Masyarakat di Payakumbuh Utara Diajak Kelola Sampah Menjadi Uang

Masyarakat di Payakumbuh Utara Diajak Kelola Sampah Menjadi Uang

PAYAKUMBUH,(Forletnews.com)--Sosialisasi Dan Advokasi Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Persampahan digelar di Aula Kantor Camat Payakumbuh Utara, Selasa (25/6)

Kepada masyarakat, dijelaskan tentang beberapa aturan terkait pengelolaan sampah di Kota Payakumbuh, sehingga diharapkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungannya semakin meningkat.

Hadir dalam sosialisasi itu Camat Payakumbuh Utara yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan, Desfitawarni, SSTP, Kabid pada Dinas Lingkungan Hidup selaku narasumber Yunimar, Lurah se Kecamatan Payakumbuh Utara, dan 2 orang tokoh masyarakat dari masing-masing kelurahan.

Dalam paparannya, Kabid pada Dinas LH, Yunimar menjelaskan kalau pengelolaan sampah tidak bisa diserahkan kepada Pemerintah Daerah saja, akan tetapi mesti melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam bentuk kegiatan pemilahan sampah, sehingga sampah bukanlah suatu masalah, tetapi sampah dapat menjadi berkah.

"Best Practise di daerah lain, hasil pengolahan sampah bisa dijadikan untuk pembayaran PBB dan iuran BPJS, ada inovasi baru dilahirkan, tak sekedar membuang sampah pada tempatnya, namun mereka dapat mengolahnya," terangnya.

Yunimar juga menginformasikan, kalau pemilahan sampah yang telah dilakukan oleh Pokja PASAR BERKAT Kelurahan Kapalo Koto Dibalai bisa menjadi contoh dalam pengembangan inovasi pengelolaan sampah di masing-masing kelurahan.

"Mereka mengolah sampah organik menjadi kompos, dan bahkan bisa dijual, kemudian sampah anorganik diolah menjadi berbagai macam pernak-pernik yang bernilai jual," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Desfitawarni berharap dengan tersosialisasikannya perda tentang pengelolaan sampah ini kepada masyarakat, diharapkan para peserta yang hadir dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

"Kita berharap di masing-masing kelurahan melalui binaan lurah nanti muncul ide dan kreativitas baru dalam pengelolaan sampah, sehingga volume sampah yang terbuang sia-sia menjadi berkurang, malahan sampah bisa menjadi uang," harap Desfitawarni. (Rel)