Mahasiswa Geruduk Polda Riau, Minta Sari Antoni ditangkap

Mahasiswa Geruduk Polda Riau, Minta Sari Antoni ditangkap

1558000545-Forletnews-ccc2d16c-fdd0-4a93-b2b4-f0e4ec4b92e2PEKANBARU (FORLETNEWS.COM) - Kepastian hukum terhadap laporan Koperasi Sejahtera Bersama (KSB), atas dugaan penipuan dan penggelapan buah sawit di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil yang dilakukan Sari Antoni tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka. 

Tepat di depan gerbang kokoh Polda Riau
Kembali lagi sejumlah Mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka yang menamai diri sebagai penyambung lidah dari Masyarakat. (Kamis,16/5/19) Mereka meminta keadilan dalam perkara yang diduga tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Sari Antoni selaku ketua Koperasi Karya Perdana.

Dalam Aksinya mereka dengan tegas berorasi meminta keadilan kepada Polda Riau agar tidak hanya menyelidiki lagi karna menurut mereka kasus sari antoni ini "ibarat kangker sudah stadium empat sudah sangat banyak merugikan pihak pihak terkait salah satunya masyarakat Rohil sendiri yang sudah 10 tahun tidak mendapatkan gaji" ujar Muhammad Nur Latif selaku Korlap Demo dalam kasus Penggelapan Sari Antoni.

Selain itu para Mahasiswa juga meminta dengan tegas agar Sari Antoni bukan hanya sekedar diadili lagi melaikan harus segera ke jeruji besi. " 295 miliyar itu bukan duit sedikit, 250 miliyar itu bisa dibuat menambah biaya pembangunan bangunan megah Polda Riau yg baru" tutur Nur latif dengan tegas.

Sari Antoni yang merupakan ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Rohul itu, dilaporkan ke Polda Riau berdasarkan Laporan Polisi No STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT tertanggal 10 Oktober 2016 silam. 

Oleh pihak Koperasi, perbuatan Sari Antoni diduga telah merugikan masyarakat sebesar Rp289 miliar.

 

liputan : SKF

DemoPolda RiauMahasiswaSari AntoniPenggelapanRohul