Kecewa Dengan Pemerintahan, Warga Bukit Barisan Lakukan Ini

Kecewa Dengan Pemerintahan, Warga Bukit Barisan Lakukan Ini

Teks foto : Pengecoran jalan yang dilakukan warga Bukit Barisan dengan biaya pribadi. Setidaknya sudah Rp 1,2 Miliar dana pribadi digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer sejak 2018 lalu.

LIMAPULUH KOTA,(Forletnews.com) --- Minimnya perhatian Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota terhadap perbaikan infrastruktur terutama akses jalan di Kecamatan Bukit Barisan seperti di Nagari Andiang dan Nagari Banja Loweh, sehingga warga setempat berinisiatif untuk memperbaikinya dengan dana sendiri.

Setidaknya, sudah 4 kilometer akses jalan utama yang membentang di dua nagari tersebut selesai diperbaiki. Tak hanya itu saja, akses jalan yang menghubungkan Nagari Andiang ke Nagari Banja Loweh dan dari Nagari Banja Loweh ke Nagari Koto Tangah juga diperlebar.

Awalnya hanya 3 meter, kini semakin lebar menjadi 6 meter. Perbaikan akses jalan oleh warga tersebut juga disupport penuh salah seorang pengusaha sukses asal Bukit Barisan. Yaitu Zamhar Pasma Budi.

"Kita prihatin dengan kondisi jalan. Kami sudah berulang kali meminta ke pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. Tetapi tidak ada respon dari dinas terkait,"terang Zamhar Pasma Budi pada Selasa (24/9) siang di Banja Loweh.

Dampak dari kekecewaan tersebut, akhirnya warga sepakat untuk memperbaiki jalan dengan biaya pribadi. "Akses jalan kita cor beton dengan biaya pribadi,"ucap pengusaha yang bergerak pada bidang properti di Malaysia tersebut.

Bapak dua anak itu menerangkan, setidaknya sudah Rp 1,2 Miliar dana yang digunakan untuk perbaikan akses jalan di Bukit Barisan. Pengecoran jalan di "Mudiak" Limapuluh Kota, sudah dilakukan sejak 2018 lalu.

"Ini murni untuk kebaikan masyarakat. Tidak ada unsur politik apalagi ingin maju di Pilkada 2020. Jalan bagus, masyarakat bisa senang. Tetapi kalau dibiarkan jalan terus menerus rusak, sehingga mengancam keselamatan anak kemenakan dan warga di kampung," terangnya.

Tak hanya jalan utama yang cor beton dengan biaya sendiri, bahkan jalan ke gang rumah-rumah warga dan ke tempat ibadah serta akses jalan ke sarana umum lainnya turut di cor beton.

Tidak hanya menggerakkan masyarakat untuk perbaikan jalan, pria yang dikenal dermawan tersebut, saat ini tengah menyiapkan 5 unit alat berat berupa eskavator untuk siaga bencana bagi Bukit Barisan.

"Bukit Barisan memang daerah yang sering dilanda tanah longsor. Setiap terjadi longsor , kami pasti meminta ke pemerintah daerah untuk datangkan alat berat kesini. Tetapi permintaan kami itu susah terwujud. Sepertinya kampung kami ini dianak tirikan. Karena itu kami sepakat untuk siagakan alat berat disini dengan status milik pribadi,"katanya.

Pria yang bergelar Datuak Tore Bandaro itu menjelaskan, untuk saat ini 2 unit eskavator sedang disiagakan. Sedangkan 3 unit lagi sedang dipesan. "Dalam waktu dekat ini, kami siagakan 5 unit alat berat milik pribadi. Sehingga apabila terjadi longsor, setidak Bukit Barisan bisa mengatasinya sendiri dengan cepat,"ucapnya lagi.

Dengan apa yang telah dilakukan itu, Zamhar Pasma Budi Datuak Tore Bandaro berharap ke pemerintah daerah untuk peduli terhadap pemerataan pembangunan Limapuluh Kota. Terutama terhadap kebutuhan vital masyarakat seperti akses jalan.

"Jalan lah masyarakat itu diabaikan. Kepala daerah harus peduli dengan daerah yang dipimpinnya. Saya harap untuk kepala daerah kedepan, jangan lagi membangun daerah itu berdasarkan keinginan pemimpinnya saja. Tetapi harus berdasarkan kebutuhan masyarakat banyak,"tegas Zamhar. (rel/rb)