Kader Muda NU meminta Ngali Mahfud memimpin Dhamasraya.

Kader Muda NU meminta Ngali Mahfud memimpin Dhamasraya.

Dharmasraya (Forletnews.com)---Sebanyak 270 daerah akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun 2020 akan digelar di 270 daerah. "Masing-masing 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Di Sumatera Barat 1 provinsi dan 11 kabupaten serta 2 kota, meskipun pilkada akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang, tapi banyak nama-nama kandidat bakal calon berdatangan, dari berbagai unsur dan golongan bermunculan.

Dari tanggapan netizen di media sosial ada tiga nama mulai menguat untuk Cagub Sumbar di Pilgub 2020, yaitu Irjen Pol Fakhrizal (Kapolda Sumbar), Nasrul Abit (Wagub Sumbar) dan Mulyadi (Anggota DPR RI).

Bahkan untuk kejutan dan disukai kalangan generasi milenial Sumbar disebut-sebut juga untuk Cagub milenial Walikota Padang Panjang Fadly Amran, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Andre Rosiade dan Ketua KPI Pusat Yuluandre Darwis.

Sangat menarik bicara pilkada kabupaten Dharmasraya yang mana dalam sejarah pemekaran kabupaten Dharmasraya dari tahun 2004 tidak ada bupati yang mampu 2 Periode memimpin dari hasil pilkada pilihan rakyat Marlon, Adi Gunawan dan sekarang Sutan Riska.

Meskipun banyak nama-nama bakal calon Bupati Dharmasraya 2021-2026 mendatang bermuculan dan rata-ratanya adalah tokoh-tokoh lama, membuat kader Muda NU angkat bicara, Khalik yang merupakan ketua GP Ansor Kabupaten Dharmasraya disela-sela rapat terbatas dengan pengurus, berharap kepada kader Muda NU yang dirantau untuk pulang kampung bersinergi membangun kampung halaman dengan pengalaman dan wawasan yang telah terbukti.

"Sangat berharap kepada sosok muda NU Milenial yang enerjik, muda, intelektual dan Religius seperti sahabat Ngali Mahfud untuk pulang kampung membangun Nagari,beliau dekat dengan menteri dan Tokoh-tokoh Nasional, maka tidak diragukan lagi jaringan dan sepak terjangnya dirantau, harapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Yakub yang berharap anak muda kembali memikirkan Nagari dimana mereka dilahirkan dan dibesarkan meskipun menurut ilmu di negeri orang dan berbuat di negeri orang namun kalau kampung sendiri dibiarkan terasa tidak ada artinya.

"Ada saatnya berkerja dan berbakti di negeri orang dan ada waktunya untuk pulang membangun nagari sendiri, Semoga harapan kami kepada sahabat Ngali Mahfud adalah harapan masyarakat Dharmasraya dan Nahdiyin dalam membawa perubahan Dharmasraya kearah yang lebih baik lagi". Pangkasnya.(fra)