Disebut Warga Pungut 1,2 Juta Urus SKT, Kades Mengaku Jadi Bulan-Bulanan Media

Disebut Warga Pungut 1,2 Juta Urus SKT, Kades Mengaku Jadi Bulan-Bulanan Media

KUOK ((FORLETNEWS.COM) - Seorang wanita paruh baya, warga Desa Kuok lewat sebuah video mengaku dipungut biaya sebesar 1,2 juta rupiah saat mengurus surat tanah di desanya.

Video ini beredar di media sosial Facebook, group WhatsApp sejak beberapa hari ini. Video ini pun telah viral dan menjadi pembicaraan publik di Kampar.

Terkait persoalan ini, Kepala Desa Kuok, Kharisman ketika dikonfirmasi, Minggu (25/8) membantah kalau ia dan perangkatnya memungut biaya pengurusan surat tanah di desanya.

''Ndak mungkinlah. Mana ada kita memungut biaya sepeserpun,'' ujar Kharisman.

Menurut Kharisman, dia dan perangkatnya tidak akan berani memungut biaya dalam pengurusan sertifikat tanah. Sebab, kata dia, program penerbitan sertifikat tanah ini merupakan program Pemerintahan Jokowi.

''Kalau program pak Jokowi, mana berani kita. Sebab ini geratis,'' kilah kepala desa.

Namun, Kades mengaku, biaya yang dipungut dari warga hanyalah dana untuk pengukuran tanah bagi warga yang ingin membuat sertifikat.

''Kan ada biaya turun untuk petugas pengukuran tanah. Manuasiawilah. Itupun alakadarnya, seikhlas warga, tidak kita tetapkan. Kalau kita dikasi kita tidak menolak,'' ungkap Kades.

Kharisman mengaku, sudah bertemu dengan warga yang menuding ia dan perangkatnya telah memungut biaya untuk pengurusan surat tanah dalam video itu.

''Tadi malam saya sudah bertemu dengan yang bersangkutan. Saya minta klarifikasinya terkait tuduhan ini. Ibu itu sudah minta maaf ke saya,'' kata pria yan akrab disapa Andis ini.

Kharisman menyebut, pascaberedarnya video ini, ia menjadi bulan-bulanan para wartawan. Katanya, telah banyak media yang menghubunginya terkait tuduhan dalam video itu.

''Makanya, saya bilang ke ibu itu, ibu ini bahaya, ibu sudah fitnah saya. Tapi, mau bagaimana, dia warga kita,'' imbuh Kharisman. (naz)