Dipaksa Gugurkan Kandungan MR Akhiri Hidup Gantung Di Kasau Rumah

Dipaksa Gugurkan Kandungan MR Akhiri Hidup Gantung Di Kasau Rumah

SIJUNJUNG,(Forletnews.com)--Seorang wanita berumur (30) sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) yang sedang hamil muda nekad mengakhiri hidupnya lewat gantung diri di rumah, Kamis (13/6). Ironisnya, jalan pintas tersebut nekad dilakukan karena sang suami ngotot ingin menggugurkan kandungannya.

Sebelum mengakhiri hidup dengan seutas tali di kasau rumah, korban yang diketahui bernisial MR,35, tercatat sebagai Warga Desa Limo Samiak, Kabupaten Tanahdatar ini memutuskan mendatangi salah-seorang keluarganya di jorong Kampungbaru, Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Kepada saudaranya itu korban mengaku cukup panik menghadapi masalah yang menimpa. Dimana Ia didesak sang suami untuk menggugurkan kandungan.

Atas kesepakatan keluarga, korban sejak tanggal 7 Juni lalu diizinkan tinggal menumpang di Jorong Kampungbaru.

Namun petaka menimpa. Tanpa disangka, pada Kamis (13/6) sekitar pukul 02.50 WIB, korban malah keburu ditemukan mengenaskan tergantung di depan pintu rumah keluarganya itu.

Kapolres Sijunjung, AKBP Driharto didampingi Kapolsek Sijunjung, AKP Asmirin melalui Kasubag Humas Iptu Nasrul Nurdin membenarkan kejadian tersebut. Dari penyelidikan sementara, korban diduga nekat berbuat demikian lantaran stress.

"Korban sebelumnya datang dari Kabupaten Tanah Datar pada tanggal 7 Juni, dan oleh keluarganya pun diizinkan tinggal bersama. Kebetulan datang ke Sijunjung sekaligus untuk berobat dan akan menggugurkan kandungan karena dipaksa suaminya," jelas Iptu Nasrul Nurdin.

Akan tetapi, sambung Narsul Nurdin, korban malah akhirnya ditemukan tewas mengenaskan tergantung dalam rumah tempat Ia menumpang tersebut.

Dijelaskannya secara detail berdasarkan BAP, pada Rabu (12/6) malam salah-seorang anggota keluarga korban mengatakan bahwa korban sempat terbangun karena mengalami mual dan muntah lantaran hamil muda, lalu disuruh pergi ke kamar mandi.

Kemudian sekitar pukul 02.50 WIB dini hari, saksi tidak menemukan korban di kamarnya, melainkan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka. Setelah diperiksa keluar, ternyata korban sudah tergantung di kasau rumah," tambahnya.

Proses Evakuasi, Keluarga Ikhlas
Pasca masuknya laporan, Jajaran Polsek Sijunjung langsung menuju lokasi dan melakukan proses Olah TKP, serta melakukan evakuasi jenazah korban. Untuk kepentingan penyelidikan, tak ketinggalan petugas memintai keterangan sejumlah saksi, dan pihak keluarga.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban sudah merelakan kematian korban dan bersikukuh tidak melakukan proses otopsi.

"Pihak keluarga korban tidak bersedia untuk melakukan otopsi, sekaligus bersikukuh mengiklaskan kepergian korban," ujar Kasubag Humas Polres Sijunjung. (Fra)