DANRAMIL 05 KAMPAR KIRI HADIRI SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN SIMULASI PEMADAMAN KARHUTLA BERSAMA MASYARAKAT PEDULI API (MPA)

DANRAMIL 05 KAMPAR KIRI HADIRI SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN SIMULASI PEMADAMAN KARHUTLA  BERSAMA MASYARAKAT PEDULI API (MPA)

KAMPAR KIRI (FORLETNEWS.COM) - Bertempat di Aula Kecamatan kampar kiri kab Kampar Rabu 03 Juli 2019 pukul 10 Wib s/d selesai Danramil menghadiri acara sosialisasi pencegahan dan simulasi pemadaman karhutla bersama masyarakat peduli api (MPA) 17 desa binaan PT.PSPI lipat kain kec kampar kiri Kab Kampar tahun 2019.

Turut hadir dalam acara sosialisasi Camat kampar Kiri yang diwakili oleh Sekcam Bapak H Mudahar Danramil 05 Kampar Kiri Mayor Arh Gunawan Kapolsek Kampar Kiri yang diwakili oleh Aiptu Efendi Humas PT PSPI Pak Jepri dan seluruh kepala MPA sekecatan Kampar Kiri.

Susunan acara :
1.Pembukaan oleh protokol.
2.Kata sambutan dari pimpinan PT.PSPI.
3.Kata sambutan dari koramil 05 Kampar Kiri.
4.Kata sambutan dari Polsek Kampar Kiri.
5.Kata sambutan dari Camat Kampar Kiri.
6.Kata sambutan dari KPH Kampar Kiri.
7.Usulan dan masukan dari peserta.
8.Pembacaan doa dan foto bersama.1
9.Simulasi pemadaman kebakaran bersama MPA dan RPK PT PSPI.
10.Foto bersama dilapangan.2.

Kata sambutan dari pimpinan PT PSPI yang disampaikan oleh kepala humas yaitu memberikan pemahaman kepada seluruh peserta MPA dengan dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan agar dapar disosialisasikan sampai ketingkat lapisan masyarakat. Memberikan pemahaman kepada seluruh peserta tentang undang- undang yang mengatur lingkungan hidup dan kehutanan(khususnya kebakaran hutan) sertakonsekwensi hukumannya. Membangun kerja sama antara PT PSPI distrik lipat kain dengan MPA 17 Desa dalam hal upaya pencegahan dan penanggulangan Karlahut. Untuk mencapai hasil PT PSPI distrik lipat Kain dan wilayah sekitar bebas dari Karlahut.

Sosialisasi berupa bahaya dan ancaman melakukan pembakaran lahan gencar dilakukan agar masyarakat meninggalkan cara membuka lahan dengan pembakaran. 

"Dampak kebakaran lahan ini cukup luas. Terutama pada saat musim kemarau tiba, ini sangat berbahaya dan cara-cara lama membuka lahan dengan dibakar harus ditinggalkan," tutur Danramil 05 Kampar Kiri Mayor Arh Gunawan.

Ia menambahkan, Karhutla yang dapat menyebabkan kabut asap berdampak buruk tidak hanya pada materi, namun juga imaterial berupa gangguan kesehatan. 

"Selain itu, kebakaran juga berpotensi meluas hingga perkebunan masyarakat lain yang telah produktif. Ini jelas sangat merugikan. Harapan saya, kita bersama masyarakat bersama menjaga Riau bebas asap," jelas Danramil. 

Karhutla, kata Danramil, menjadi masalah tahunan yang dihadapi Provinsi Riau. Ratusan hektare lahan di Provinsi kaya akan sumber daya alam itu hangus terbakar saat musim kemarau tiba. 

Pemerintah Provinsi Riau terus berusaha keras memerangi Karhutla. Hasilnya, 2016 lalu Riau berhasil memecahkan rekor tanpa asap setelah 18 tahun terakhir terus diselimuti asap akibat Karhutla.Tutur H.Mudahar.

Tahun 2019 ini Pemprov Riau bersama dengan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan dan seluruh instansi terkait lainnya terus berusaha mencegah dan mengatasi Karhutla. Meski begitu, sepanjang triwulan 2019 Karhutla masih tetap terjadi. Jelas sekcam Kampar Kiri.H.Mudahar.