Cegah Manipulasi Data di Porkab Rohil 2019, PBVSI Verifikasi Keabsahan Atlet

Cegah Manipulasi Data di Porkab Rohil 2019, PBVSI Verifikasi Keabsahan Atlet

BAGANSIAPIAPI - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI ) Kabupaten Rokan Hilir mulai melakukan verifikasi atlet dari 17 kecamatan dari tim putra dan putri yang akan turun pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Rokan Hilir ke - I 2019 di Bagansiapiapi 16 Desember 2019.

Ketua Panitia Pelaksana Porkab Cabang Voli Ball, Amrial, A.Md mengatakan, hari pertama, Minggu (14/12/2019) pagi, seluruh berkas atlet yang harus di verifikasi dulu keabsahannya.

Amrial mengungkapkan, PBVSI Rohil selektif melihat persyaratan atlet. Mulai dari atlet yang tidak boleh terdaftar di 2 kecamatan, atlet tempatnya dibina dan jika ada atlet yang membela kecamatan lain, harus disertai perjanjian dan dibina dikecamatan lain.

Atlet yang turun harus kelahiran 1 Januari 1999. Saat verifikasi, ditemukan pemain Tanah Putih kelahiran 1996. Sehingga panitia terpaksa mendiskualifikasi.

“Atlet juga wajib menyertakan KTP asli, KK asli, ijazah terakhir, akte kelahiran dan persyaratan lainnya,” ujarnya.

Menurut Amrial, keabsahan sangat penting untuk mengantisipasi munculnya protes dari sejumlah kontingen peserta Porkab Rohil 2019. Jika nantinya atlet yang bermasalah dinyatakan tak lolos verifikasi karena tak memenuhi syarat keabsahan atlet, maka atlet tersebut tak bisa digantikan oleh atlet lain.

"Kalau memang atlet itu terbukti gagal lolos persyaratan administrasi, mereka tak bisa digantikan atlet lain,” tuturnya.

Menurutnya, pergantian atlet hanya bisa dilakukan jika atlet yang sudah didaftarkan mengalami cedera. “Namun atlet cedera yang akan diganti ini pun harus menjalani pemeriksaan dari tim medis dari KONI Rohil. apakah memang perlu diganti atau tidak,” terangnya.

Lebih lanjut, Amrial menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pencermatan terkait data atlet yang sudah didaftarkan oleh para tim official masing kecamatan.

“Sebagian besar yang dipermasalahkan adalah data yang berbeda di KTP dan KK. Jadi ada perbedaan tanggal ketika data di KTP dan KK sang atlet sebagai warga kecamatan yang dibelanya sehingga membuat daerah lain curiga. Bagi kami, selama itu sesuai persyaratan, ya tidak masalah sebenarnya,” lanjutnya.

Untuk mengatasi permasalahan data tersebut, Amrial juga sudah membahasnya dalam forum rapat KONI kabupaten beberapa waktu yang lalu.

" Hari ini seluruhnya sudah klir. PBVSI akan meneliti keabsahan atlet dan secepatnya menyampaikan hasil verifikasi ke KONI. Kita harapkan tidak ada keributan lagi soal atlet saat pertandingan,” tandas dia