POM TNI Lepasi Atribut Militer yang Ditempel di Kendaraan Sipil Saat Operasi Zebra

Foto : Ilustrasi

PEKANBARU (Forletnews.com) - Kembali digelar Operasi Zebra Siak 2017 oleh Polresta Pekanbaru, Riau pada Rabu (8/11/2017) siang, berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman depan Bank Indonesia. Razia ini turut menggandeng POM TNI dan Dinas Perhubungan.

Masing-masingnya menyasar sasaran yang berbeda. Polisi Lalu Lintas (Polantas) 'membidik' pelanggaran kasat mata, Dishub fokus pada kendaraan umum, sementara POM TNI mencari pengendara sipil yang kedapatan memakai atribut militer, serta aparat yang melanggar aturan.

Benar ternyata, baru saja razia digelar, sudah ada sepeda motor dan kendaraan roda empat yang kedapatan memasang atribut militer. Anggota POM TNI pun bertindak dengan mengecek identitas pengendara, yang rupa-rupanya dari kalangan sipil.

Walhasil, pengendara disuruh turun dan melepas sendiri atribut militer ini, yang kebanyakan ditempel pada pelat nomor kendaraan. Saat ditanya apa alasan memasang atribut itu, rata-rata mereka berdalih cuma ikut-ikutan. Pemilik kendaraan tidak tahu jika hal itu tidak diperbolehkan, apalagi warga sipil.

Bahkan ada pula pengendara yang kedapatan membawa jaket loreng ciri khas TNI di mobilnya. Menghindari agar tidak disalahgunakan, petugas POM pun terpaksa melakukan penyitaan. Sementara pengendara diberi peringatan, agar selanjutnya tidak melakukan hal serupa.

Menurut anggota POM yang dilibatkan dari Operasi Zebra Siak ini, setidaknya ada tujuh kendaraan yang kedapatan menempel atribut militer, mulai dari sepeda motor hingga mobil. Demikian dikatakannya saat berbincang yang dilansir dari GoRiau.com disela-sela razia digelar.

Dihari kedelapan digelarnya Operasi Zebra Siak 2017, masih ada saja pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran, berupa tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) hingga tidak membawa STNK. Ada juga yang memakai knalpot dan pelat modifikasi.

Rata-rata pelanggarannya masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Selain itu ada juga mobil yang ditindak Polantas lantaran kedapatan mengendarai kendaraan sambil menggunakan telepon seluler. Awalnya si supir mengelak, namun akhirnya mengakui kesalahannya ini.

author
No Response

Comments are closed.