Tim Delegasi UNOPS Disambut Bupati Rohil Secara Langsung

Foto : Bupati Rohil H Suyatno Saat Menyambut Kedatangan Tim Delegasi UNOPS.

ROKAN HILIR (Forletnews.com) – Tim Delegasi United Nation Office For Project Service (UNOPS) langsung disambut Bupati Rohil H.Suyatno dalam kunjungannya ke Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (08/03/2017) di Mess Pemda Jalan Perwira, Bagansiapiapi.

Delegasi UNOPS terdiri dari Jenna Jadin Ph.D selaku Project Manajer Gambut dan Sherry Panggabean selaku Project Officer Gambut dalam rangka Audiensi dan Silahturahmi dengan Pemkab Rohil.

"Kita sambut baik, kedatangan mereka datang dari Unops mau melakukan penelitian dan menjalanan program. Saya pikir memang kita salah satu daerah yang dituju karena memang gestur tanah kita kebanyakan gambut," ujar Bupati.

Bahkan ia memaparkan bahwa Rohil sekitar 60% kedalaman gambut mencapai 3-5 meter. Nantinya tim ini akan membantu Pemda untuk menangani permasalahan gambut. "Kalau ditata dengan baik, gambut ini bisa mengurangi juga kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi," tutur Bupati.

Upaya untuk menangani hal ini telah dilakukan Pemkab seperti membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) menyediakan alat pemadam dan Satgas pemadam kebakaran. "Kalau ada tindakan pencegahan dan lahan gambut bisa menghasilkan, kenapa tidak kita dalami bersama tim Unops ini nantinya," harap Bupati.

Jenna Jadin Ph.D selaku Project Manajer mengatakan, bahwa kedatangnnya ke Rohil untuk melaksanakan  Proyek Generating Anticipatory Meassure For Better Utilization Of Tropical Peatland.

"Jadi project ini merupakan penerapan dari sistem peringatan dini kebakaran yang diharapkan dapat digunakan untuk merencanakan tanggap antisipatif. Memobilisasi sumber daya dan melaksanakan kebijakan tepat waktu untuk mendorong langkah alternatif  resiko tinggi terhadap kebakaran," katanya.

Organisasi UNOPS merupakan organisasi di bawah naungan PBB, keberadaannya sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut untuk mengurangi potensi terjadi kebakaran lahan.

Dalam PP 71 tahun 2014 tersebut, dijelaskan beberapa hal penting tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut, diantaranya, perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, sangsi administrasi dan perizinan usaha atau kegiatan serta pemanfaatan.

Menurut dia, proyek gambut adalah penerapan dari sistem peringatan dini kebakaran dan diharapkan dapat digunakan untuk merencanakan tanggap antisipatif, mobilisasi sumber daya, melaksanakan kebijakan tepat waktu untuk mendorong langkah alternatif pada tahun dengan risiko tinggi.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil Suwandi S.Sos mengatakan, sampai saat ini kegiatan yang telah dilakukan Unops di Rohil berupa pelatihan Fire Risk Sistem (RFS) peserta dari instansi pemerintah dan masyarakat peduli api tahun 2016 lalu.

Saat ini juga sudah bisa dilakukan pemantauan dini daerah rawan karlahut melalui situs online http://kebakaranhutan.or.id/

"Disamping pelatihan, project gambut juga akan memberikan hibah bagi beberapa komunitas dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan kebakaran secara inovatif. Melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masarakat di 6 kepenghuluan terhadap upaya dini pencegahan karlahut," pungkas suwandi. (adv)

author
No Response

Leave a reply "Tim Delegasi UNOPS Disambut Bupati Rohil Secara Langsung"