Pilkada Masih Lama, Pencitraan Sudah Membahana

Rio Saputra
Rio Saputra

Riaubertuah.co – Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan Pemilihan Kepala Daerah Serentak gelombang kedua akan digelar pada 15 Februari 2017 mendatang yang diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Dari Provinsi Riau sendiri ada dua daerah yang ikut dalam pilkada serentak 2017, yakni Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.

Meski kurang lebih masih satu tahun lagi pertarungan politik ini akan digelar, tetapi beberapa bakal calon Bupati Kampar dan Walikota Pekanbaru sudah tampil memperkenalkan diri dengan jargon-jargonnya yang sangat luar biasa. Terlebih, panasnya suhu politik sudah amat terasa dikedua daerah ini (Kampar dan Pekanbaru, red), terutama sekali di Kampar.
Mereka (Balon Bup/Wako, red) yang terdiri dari berbagai elemen tokoh politik, pengusaha hingga pejabat akan mengisi bursa pencalonan untuk menjadi orang nomor satu didaerahnya masing-masing.
Spanduk – spanduk dan baleho sudah tampak menghiasi pelataran jalan raya Kampar dan Pekanbaru tentunya mereka secara tidak langsung ingin dikenal masyarakat. Tak hanya itu, kalimat motivasi dan kata-kata mutiara pun ikut menyaksikan pertarungan antar bakal calon kepala daerah tersebut. Kalimat-kalimat bijak yang penuh makna itu dijadikan sebagai senjata pamungkas untuk merebut hati masyarakat. Yaa.. biar kesannya dikata bijaksana…
Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih, media sosial tidak luput dari ajang pencitraan. Bagaimana tidak, beberapa bakal calon kepala daerah itu sudah terjun bebas ke media sosial. Sebut saja bakal calon Bupati Kampar, sudah banyaknya status Facebook dan Bbm dan foto-foto tentang mereka yang bertebaran disana, sikut-sikutan antar pendukung calon pun tak jarang terjadi di media sosial.
Iya memang Media Sosial alias Medsos sudah teruji sebagai alat pencitraan, kita sebut saja Presiden Amerika Barrack Obama dan Presiden Kita Jokowi sewaktu menjadi calon Gubernur DKI Jakarta memang sangat terbantu pencitraannya melalui Medsos. Media cetak seperti Koran, Tabloid dan media online tak luput dari iklan sang calon kepala daerah, tentunya dengan biaya yang tidak sedikit.
Menjadi seorang Bupati atau Walikota memerlukan biaya yang tidak sedikit, bahkan puluhan milyar rupiah. Lantas setelah terpilih wajar saja sang kepala daerah akan mengembalikan pokok modal yang telah dia habiskan selama proses pencalonan. Dan lantas saja kepala daerah termasuk salah satu daftar pejabat incaran KPK karena kasus korupsi.
Nah, bagaimana dengan janji-janji yang tidak ada pertanggungjawabannya?  sekali lagi ini hanya senjata untuk penyenangan sesaat hati masyarakat. Namanya juga masyarakat, hanya bisa menunggu pengharapan mereka segera dikabulkan, yang tidak muluk-muluk hanya sekedar sembako jangan mahal, kesehatan terjamin, dan pendidikan mereka ditanggung. Itukan memang hal dasar yang wajib ditanggung oleh pemerintah.
Walaupun sekarang para kandidat-kandidat yang mengisi bursa pencalonan kepala daerah itu mengeluarkan janji-janji manisnya, tetapi kalo difikir-fikir, masyarakat sudah mengalami degradasi kepercayan, banyak yang bilang “Ambil uangnya jangan pilih orangnya”, nah siapa toh yang dirugikan kalau sudah seperti ini?
Setiap kandidat bakal calon pasti memiliki Tim pemenangannya, tim yang bergerak kesana kemari, naik turun gunung, loncat sana loncat sini, hahaaa sudah seperti katak saja ya. Tim juga dituntut harus bisa membuat paradigma masyarakat itu menjadi positif  terhadap sang calon. Meskipun sang calon hanya biasa-biasa saja, namun Sang Tim akan bisa menjadikannya menjadi luar biasa. Itu salah satu kehebatan sang Tim.
Nah, bagaimana dengan money politik (politik uang), kalau difikir-fikir ini sangat menyesatkan, belum lagi menjadi pemimpin sudah bermain curang, inikan baru menjadi bakal calon. Sekali lagi, namanya juga masyarakat, hidup susah, kebutuhan mahal, ya harus mau suaranya dibeli, ini karena faktor kemiskinan. Sekarang kita hanya bisa berdoa semoga calon-calon pemimpin Kampar dan Pekanbaru bertarung dengan sportif, bermain bersih, bebas money politik, mensejahterahkan masyarakat umum dan tentunya bisa menepati janji-janji yang telah mereka kasih.
Rio Saputra
Wakil Pimpinan Umum Tabloid Riau Khatulistiwa

Source: riaubertuah

author
No Response

Leave a reply "Pilkada Masih Lama, Pencitraan Sudah Membahana"