BANJIR..!!! ” Manusia Bisa Memilih Nasibnya Sendiri “

IMG_9812OPINI (Riaubertuah.co) - Bila kita perhatikan selama beberapa Minggu ini, sejumlah wilayah di Riau sedang mendapatkan suatu teguran berupa bencana alam banjir. Intensi­tas hujan yang semakin tinggi diperkirakan sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ter­jadinya banjr di sejumlah wilayah di Indonesia.

Secara alamiah, banjir adalah proses alam yang biasa dan merupakan bagian penting dari mekan­isme pembentukan dataran di Bumi kita ini.

Mela­lui banjir, muatan sedimen tertransportasikan dari daerah sumbernya di pegunungan atau perbukitan ke daratan yang lebih rendah, sehingga di tempat yang lebih rendah itu terjadi pengendapan dan ter­bentuklah dataran.

Melalui banjir pula muatan sedimen tertrans­portasi masuk ke laut untuk kemudian diendapkan di tepi pantai sehingga terbentuk daratan, atau terus masuk ke laut dan mengendap di dasar laut. Banjir yang terjadi secara alamiah ini sangat ditentukan oleh curah hujan.

Perlu benar kita sadari bahwa banjir itu melibat­kan air, udara dan bumi. Ketiga hal itu hadir di alam ini dengan mengikuti hukum-hukum alam tertentu yang selalu dipatuhinya. Seperti: air mengalir dari atas ke bawah, apabila air ditampung di suatu tem­pat dan tempat itu penuh sedang air terus dimasuk­kan maka air akan meluap, dan sebagainya.

Karena manusia dapat mempengaruhi debit al­iran permukaan dan dapat mempelajari karakter aliran sungai, maka berkaitan dengan banjir kita dapat mengatakan bahwa manusia dapat memilih takdirnya sendiri.

Berdasarkan fakta tersebut dapat kita pelajari bahwa pada dasarnya banjir yang terjadi beberapa minggu terakhir ini tidak luput dari aktivitas manu­sia. Pendangkalan dan penyempitan di hampir se­luruh sungai di Riau, itu disebabkan akibat perilaku hidup masyarakat sekitar yang kerap membuang sampah, menebang pohon, melakukan penamban­gan emas dan pasir secara Illegal,

Perlu digarisbawahi bahwa pola hidup atau aktivitas manusia lah yang sebenarnya sangat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar ter­masuk kondisi banjir yang dialami oleh sejumlah masyarakat di Riau saat ini. Tanpa disadari, banyak hal-hal kecil yang telah kita lakukan justru berdampak besar sehingga akhirnya merusak lingkungan sekitar.

Disisi lain, banjir yang terjadi belakangan ini tentu akan mempengaruhi kesehatan lingkungan dan kes­ehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan bencana banjir dengan menyebabkan lingkungan tidak se­hat yang selanjutnya akan berpotensi menimbul­kan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, begitu pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana untuk mandi dan buang air.

Dalam pemantauan pesawat Twin Pack TNI Angkatan Udara Pekanbaru bersama tim Departe­men Kehutanan, sebagian hutan lindung Bukit Suligi, lahan gambut dan Tanaman Hutan Rakyat di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebu­nan kelapa sawit, rumah penduduk, dan sebagian ditinggalkan dalam kondisi rusak setelah pohon-pohon dite­bangi.

Hutan lindung Bukit Suligi merupakan hulu Sungai Siak. Sungai Siak yang meluap dan menyebabkan banjir di Kota Pekanba­ru merupakan satu-satunya sungai di Riau yang berhulu di Provinsi Riau.

Sungai-sungai lain yang melintasi Riau mempunyai hulu di provinsi tetangga, yak­ni Sungai Kampar dan Sungai Indragiri, yang berhulu di Sumatera Barat, serta Sungai Ro­kan yang berhulu di Sumatera Utara.

Terlepas dari kontrofersi siapa dan apa penyebab banjir, hendaknya kita introspeksi diri. Dari kebi­asaan yang kita anggap sepele seperti membuang sampah sembarangan(biarpun hanya sebungkus permen), sampai kebiasaan manusia dalam mereal­isasikan ketamakannya (merusak hutan demi men­cari harta). Semoga di musim hujan tahun2 mendatang, Ne­gara kita tidak lagi menjadi pelanggan tetap ben­cana banjir.

 

Oleh : Rico Febputra, SH

Tags:
author
No Response

Leave a reply "BANJIR..!!! ” Manusia Bisa Memilih Nasibnya Sendiri “"